Conscious Dance Practices/Integral Dance/id: Difference between revisions
Machine translation by bot |
Machine translation by bot |
||
| (19 intermediate revisions by the same user not shown) | |||
| Line 35: | Line 35: | ||
Atau: “Posisi saya saat ini membatasi saya dan tidak memungkinkan saya untuk menerima apa yang sedang terjadi.” | Atau: “Posisi saya saat ini membatasi saya dan tidak memungkinkan saya untuk menerima apa yang sedang terjadi.” | ||
Dari sudut pandang holistik dan integral, kita tidak dapat mengesampingkan apa pun. Dalam pengertian ini, kita memahami tari dengan cara yang benar-benar luas, dan kita dapat menganggap setiap situasi dalam kehidupan sebagai tarian, dan para pesertanya sebagai mitra dalam gerakan. | |||
< | <span id="Four_Levels_of_Integration_in_Integral_Dance"></span> | ||
== | == Empat Tingkat Integrasi dalam Integral Dance == | ||
=== Menari dengan diri sendiri === | |||
Nilai-nilai inti dari Integral Dance adalah kebebasan, kreativitas, keutuhan, dan kepedulian (yang terpenting — perawatan diri). | |||
Mendengarkan ritme diri sendiri, mendengarkan keinginan terdalam, mendengarkan keaslian diri — inilah kualitas yang dipelajari seseorang. | |||
Dan tentu saja, ketika seseorang belajar merawat diri sendiri, mereka mulai membangun hubungan dengan orang lain dengan cara yang berbeda secara kualitatif. | |||
Perawatan diri sejati adalah kemampuan untuk merasa bebas dan berkreasi. | |||
=== Menari dengan orang lain === | |||
Pada tingkat paling dasar, setiap orang memiliki kesadaran mendalam tentang keberadaannya: “Aku ada, dan aku berhak untuk ada.” | |||
Aku ada, dan itu sudah cukup. | |||
Dari sini — jika aku ada, aku bisa merasakan, dan aku bisa bertindak. Aku berhak untuk merasa dan berhak untuk bertindak. | |||
Tahapan integrasi selanjutnya adalah koneksi dengan Yang Lain. | |||
Tidak mungkin ada integrasi yang murni bersifat individual. | |||
Tidak mungkin aku utuh sendirian, tetapi dalam hubungan dengan orang lain aku langsung kehilangan keadaan itu. | |||
Jika seseorang benar-benar utuh, hal ini meluas hingga kualitas hubungannya dengan orang lain — di mana, jika seseorang menginginkannya, ia selalu dapat melihat mitra untuk bergerak maju. | |||
=== Menari bersama dunia === | |||
Ini berarti bahwa saya memiliki tempat saya sendiri di dunia, dan saya merasa damai dengannya — tempat saya dalam masyarakat, dalam budaya, dan dalam alam. | |||
Artinya, saya memiliki hubungan tertentu dengan alam — hubungan yang terasa tepat bagi saya. | |||
Hal-hal ini bisa sangat sederhana: misalnya, seseorang senang berjalan-jalan di taman dan secara intuitif tahu kapan waktunya untuk pergi ke sana. | |||
Atau mungkin mereka merasakan hubungan yang mendalam dengan unsur atau kekuatan alam tertentu. | |||
Keterkaitan dengan dunia juga terwujud sebagai keterkaitan dengan budaya — dalam arti bahwa saya benar-benar memahami budaya mana yang memengaruhi saya, budaya mana yang menjadi bagian saya, dan mengapa selera dan preferensi saya seperti itu. | |||
Inilah yang dimaksud dengan integrasi: apa yang saya lakukan di masyarakat sesuai dengan jati diri saya, dan tidak ada kontradiksi yang kuat di antara keduanya. | |||
Mungkin akan ada kompromi atau krisis yang saya alami, tetapi secara strategis saya berada di tempat yang tepat di dunia ini. | |||
=== Menari bersama keabadian === | |||
Sebagian besar orang yang berlatih menari menyadari bahwa terkadang mereka mengalami pengalaman batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata — seolah-olah sebagian darinya tidak dapat diungkapkan secara verbal dan berada di luar kesadaran kita. | |||
Jika seseorang pernah mengalami pengalaman yang kuat dan mendalam melalui tarian, pengalaman itu perlu diintegrasikan — untuk menemukan tempat dan maknanya. | |||
Apa peran yang dimainkannya? Di mana ia dapat bermanfaat, dan apa yang memberinya manfaat sebagai imbalannya? | |||
Integral Dance menyediakan ruang bagi sisi sakral dari pengalaman menari ini, menciptakan landasan untuk ketenangan dan pemahaman yang jernih — ke mana arahnya dan mengapa hal itu dibutuhkan. | |||
Integral Dance | |||
< | <span id="Main_Tools_of_Integral_Dance"></span> | ||
== | == Alat Utama Integral Dance == | ||
* Integral Dance-Terapi Gerakan | |||
* Integral Dance- | * Somatik Integral | ||
* Integral | * Pertunjukan dan Improvisasi Integral | ||
* Integral | * Tari sebagai Praktik Spiritual | ||
* | |||
Landasan Integral Dance dibangun di atas beberapa aliran improvisasi dan pertunjukan improvisasi di satu sisi, dan terapi berpusat pada tubuh di sisi lain. Terapi tari sendiri memperlakukan gerakan sebagai bahasa komunikasi antara terapis dan klien. Membangun hubungan terapeutik non-verbal adalah inti dari terapi tari klasik. | |||
Landasan lain dari Integral Dance adalah Authentic Movement. Menariknya, Authentic Movement adalah disiplin ilmu yang terpisah dan, pada saat yang sama, sudah mengandung rasa integralitas. Ia dapat berfungsi sebagai alat terapi, dapat menjadi praktik pribadi—kadang-kadang untuk manajemen stres, kadang-kadang untuk mendukung kreativitas, kadang-kadang untuk mengatasi tantangan pribadi, dan kadang-kadang hanya karena prosesnya sendiri berharga. Ia juga merupakan praktik spiritual. Setidaknya dalam bentuk yang dipraktikkan oleh Janet Adler, Disiplin Authentic Movement adalah praktik mistik modern. Kedua aspek—terapi dan spiritual—dieksplorasi dalam buku A. Girshon, Stories Told by the Body. | |||
Sejumlah besar pengetahuan muncul setelah terapi tari-gerak klasik, khususnya pada tahun 1970-an–1990-an, melalui teknik somatik. Teknik-teknik ini, di satu sisi, memiliki banyak kesamaan dengan pendekatan tari-gerak tetapi diposisikan di bawah label yang berbeda. Terapis somatik seringkali memiliki asosiasi profesional yang terpisah, menggunakan alat yang agak berbeda, dan mengacu pada basis pengetahuan yang berbeda. Namun, fondasi dan tujuannya sangat mirip. Pendekatan somatik telah secara signifikan memperkaya pemahaman tentang tari, gerakan, dan perkembangan manusia. Pendekatan ini juga terintegrasi dengan baik dengan penemuan-penemuan dalam ilmu saraf—bidang yang harus diintegrasikan saat ini. Secara alami, terapi tari dan psikoterapi pada umumnya berupaya untuk memahami dan mengintegrasikan pengetahuan ini, menghubungkannya dengan teknik terapeutik praktis. | |||
Selain itu, ada praktik-praktik yang tidak berfokus pada kreativitas atau terapi itu sendiri, melainkan pada tari sebagai ritual atau doa—tari sebagai bentuk praktik spiritual. | |||
Dengan demikian, Integral Dance berlandaskan banyak hal: improvisasi, terapi itu sendiri, Authentic Movement, tari sebagai praktik spiritual, dan pendekatan somatik atau berorientasi tubuh. Integral Dance adalah sebuah proses yang membantu kita memahami bagaimana semua elemen ini saling berhubungan. Dengan menggabungkan berbagai bentuk pengetahuan ini, kita dapat menggunakan Integral Dance dengan lebih jelas dan akurat—dan yang terpenting, sambil tetap terhubung dengan diri kita sendiri dan niat kita—untuk penemuan diri, pengembangan pribadi, dan meningkatkan keterlibatan kita dengan kehidupan. | |||
<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | <div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | ||
Latest revision as of 10:59, 15 February 2026

Integral Dance (dibuat oleh Alexander Girshon) adalah tarian yang mengarah pada keutuhan yang lebih besar. Tarian ini membantu menjaga hubungan yang mendalam dengan diri sendiri (pada tingkat tubuh dan kesadaran), menghubungkan kita dengan orang lain dengan cara yang istimewa, membantu merasakan keberadaan kita di dunia (pada alam dan seni), dan pada sesuatu yang lebih besar yang sulit diungkapkan dengan kata-kata (tingkat spiritual). Selain itu, hubungan-hubungan ini bersifat dinamis.
“Integral Dance muncul dari keinginan untuk mewujudkan dalam praktik tarian sebagai jalan menuju keutuhan, dan dari pemahaman bahwa jalan tersebut lebih dari sekadar terapi. Saya menyukai ungkapan: Terapi yang baik akan berakhir, tetapi tarian tidak akan pernah berakhir.”
Tujuan terapeutik, menurut saya, memiliki tujuan, situasional, dan terdefinisi dengan jelas — tetapi tari dapat menemani seluruh kehidupan manusia.
Sebuah tarian yang dapat menemani seluruh kehidupan manusia, dengan segala isinya — itulah Integral Dance."
— A. Girshon
Prinsip Inti dari Integral Dance
1. Tubuh dan kesadaran tidak terpisahkan
Setiap ekspresi dari seseorang yang hidup, tidak peduli bagaimana mereka menampilkan diri, selalu memiliki representasi tubuh. Segala sesuatu yang kita alami, pikirkan, dan putuskan terwujud dalam tubuh. Otak adalah bagian dari tubuh — ini adalah pemahaman yang sederhana namun penting.
Ketika seseorang memperkenalkan diri, menceritakan kisah mereka, atau mengungkapkan perasaan mereka, kita selalu memperhatikan bagaimana hal itu terwujud pada tingkat fisik — melalui ekspresi wajah, gerakan kecil, perubahan postur, perubahan tonus otot, atau intonasi suara.
2. Manusia adalah sebuah proses, bukan sebuah objek
Sangat penting untuk melihat seseorang sebagai sebuah proses multidimensi yang terus berkembang.
Kesimpulan pertama dari prinsip ini: setiap situasi yang ada di sini dan sekarang memiliki sejarah tertentu — seseorang telah melalui tahapan, fase, dan episode perkembangan tertentu. Kesimpulan kedua: situasi ini akan berlanjut, kisah ini belum selesai.
Dalam arti tertentu, hal ini sejalan dengan pemahaman eksistensial tentang seseorang sebagai proyek yang belum selesai.
Kami bertanya: Apa yang terus bergerak? Apa yang terus berubah? Proses apa yang sedang berlangsung?
3. Dalam segala hal, kita dapat melihat tarian dan pasangan untuk bergerak
Prinsip ketiga ini muncul dari pertanyaan sebelumnya: Apakah proses ini? Dan di sinilah kita sampai pada tarian.
Jika kita memahami tari sebagai proses multidimensi dan terkoordinasi, maka penting untuk menemukan tempat yang tepat bagi setiap pengalaman.
Contohnya: “Situasi ini tidak cocok untuk saya karena sebagian dari diri saya belum berada di titik di mana saya bisa menerimanya.”
Atau: “Posisi saya saat ini membatasi saya dan tidak memungkinkan saya untuk menerima apa yang sedang terjadi.”
Dari sudut pandang holistik dan integral, kita tidak dapat mengesampingkan apa pun. Dalam pengertian ini, kita memahami tari dengan cara yang benar-benar luas, dan kita dapat menganggap setiap situasi dalam kehidupan sebagai tarian, dan para pesertanya sebagai mitra dalam gerakan.
Empat Tingkat Integrasi dalam Integral Dance
Menari dengan diri sendiri
Nilai-nilai inti dari Integral Dance adalah kebebasan, kreativitas, keutuhan, dan kepedulian (yang terpenting — perawatan diri).
Mendengarkan ritme diri sendiri, mendengarkan keinginan terdalam, mendengarkan keaslian diri — inilah kualitas yang dipelajari seseorang.
Dan tentu saja, ketika seseorang belajar merawat diri sendiri, mereka mulai membangun hubungan dengan orang lain dengan cara yang berbeda secara kualitatif.
Perawatan diri sejati adalah kemampuan untuk merasa bebas dan berkreasi.
Menari dengan orang lain
Pada tingkat paling dasar, setiap orang memiliki kesadaran mendalam tentang keberadaannya: “Aku ada, dan aku berhak untuk ada.”
Aku ada, dan itu sudah cukup.
Dari sini — jika aku ada, aku bisa merasakan, dan aku bisa bertindak. Aku berhak untuk merasa dan berhak untuk bertindak.
Tahapan integrasi selanjutnya adalah koneksi dengan Yang Lain.
Tidak mungkin ada integrasi yang murni bersifat individual.
Tidak mungkin aku utuh sendirian, tetapi dalam hubungan dengan orang lain aku langsung kehilangan keadaan itu.
Jika seseorang benar-benar utuh, hal ini meluas hingga kualitas hubungannya dengan orang lain — di mana, jika seseorang menginginkannya, ia selalu dapat melihat mitra untuk bergerak maju.
Menari bersama dunia
Ini berarti bahwa saya memiliki tempat saya sendiri di dunia, dan saya merasa damai dengannya — tempat saya dalam masyarakat, dalam budaya, dan dalam alam.
Artinya, saya memiliki hubungan tertentu dengan alam — hubungan yang terasa tepat bagi saya.
Hal-hal ini bisa sangat sederhana: misalnya, seseorang senang berjalan-jalan di taman dan secara intuitif tahu kapan waktunya untuk pergi ke sana.
Atau mungkin mereka merasakan hubungan yang mendalam dengan unsur atau kekuatan alam tertentu.
Keterkaitan dengan dunia juga terwujud sebagai keterkaitan dengan budaya — dalam arti bahwa saya benar-benar memahami budaya mana yang memengaruhi saya, budaya mana yang menjadi bagian saya, dan mengapa selera dan preferensi saya seperti itu.
Inilah yang dimaksud dengan integrasi: apa yang saya lakukan di masyarakat sesuai dengan jati diri saya, dan tidak ada kontradiksi yang kuat di antara keduanya.
Mungkin akan ada kompromi atau krisis yang saya alami, tetapi secara strategis saya berada di tempat yang tepat di dunia ini.
Menari bersama keabadian
Sebagian besar orang yang berlatih menari menyadari bahwa terkadang mereka mengalami pengalaman batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata — seolah-olah sebagian darinya tidak dapat diungkapkan secara verbal dan berada di luar kesadaran kita.
Jika seseorang pernah mengalami pengalaman yang kuat dan mendalam melalui tarian, pengalaman itu perlu diintegrasikan — untuk menemukan tempat dan maknanya.
Apa peran yang dimainkannya? Di mana ia dapat bermanfaat, dan apa yang memberinya manfaat sebagai imbalannya?
Integral Dance menyediakan ruang bagi sisi sakral dari pengalaman menari ini, menciptakan landasan untuk ketenangan dan pemahaman yang jernih — ke mana arahnya dan mengapa hal itu dibutuhkan.
Alat Utama Integral Dance
- Integral Dance-Terapi Gerakan
- Somatik Integral
- Pertunjukan dan Improvisasi Integral
- Tari sebagai Praktik Spiritual
Landasan Integral Dance dibangun di atas beberapa aliran improvisasi dan pertunjukan improvisasi di satu sisi, dan terapi berpusat pada tubuh di sisi lain. Terapi tari sendiri memperlakukan gerakan sebagai bahasa komunikasi antara terapis dan klien. Membangun hubungan terapeutik non-verbal adalah inti dari terapi tari klasik.
Landasan lain dari Integral Dance adalah Authentic Movement. Menariknya, Authentic Movement adalah disiplin ilmu yang terpisah dan, pada saat yang sama, sudah mengandung rasa integralitas. Ia dapat berfungsi sebagai alat terapi, dapat menjadi praktik pribadi—kadang-kadang untuk manajemen stres, kadang-kadang untuk mendukung kreativitas, kadang-kadang untuk mengatasi tantangan pribadi, dan kadang-kadang hanya karena prosesnya sendiri berharga. Ia juga merupakan praktik spiritual. Setidaknya dalam bentuk yang dipraktikkan oleh Janet Adler, Disiplin Authentic Movement adalah praktik mistik modern. Kedua aspek—terapi dan spiritual—dieksplorasi dalam buku A. Girshon, Stories Told by the Body.
Sejumlah besar pengetahuan muncul setelah terapi tari-gerak klasik, khususnya pada tahun 1970-an–1990-an, melalui teknik somatik. Teknik-teknik ini, di satu sisi, memiliki banyak kesamaan dengan pendekatan tari-gerak tetapi diposisikan di bawah label yang berbeda. Terapis somatik seringkali memiliki asosiasi profesional yang terpisah, menggunakan alat yang agak berbeda, dan mengacu pada basis pengetahuan yang berbeda. Namun, fondasi dan tujuannya sangat mirip. Pendekatan somatik telah secara signifikan memperkaya pemahaman tentang tari, gerakan, dan perkembangan manusia. Pendekatan ini juga terintegrasi dengan baik dengan penemuan-penemuan dalam ilmu saraf—bidang yang harus diintegrasikan saat ini. Secara alami, terapi tari dan psikoterapi pada umumnya berupaya untuk memahami dan mengintegrasikan pengetahuan ini, menghubungkannya dengan teknik terapeutik praktis.
Selain itu, ada praktik-praktik yang tidak berfokus pada kreativitas atau terapi itu sendiri, melainkan pada tari sebagai ritual atau doa—tari sebagai bentuk praktik spiritual.
Dengan demikian, Integral Dance berlandaskan banyak hal: improvisasi, terapi itu sendiri, Authentic Movement, tari sebagai praktik spiritual, dan pendekatan somatik atau berorientasi tubuh. Integral Dance adalah sebuah proses yang membantu kita memahami bagaimana semua elemen ini saling berhubungan. Dengan menggabungkan berbagai bentuk pengetahuan ini, kita dapat menggunakan Integral Dance dengan lebih jelas dan akurat—dan yang terpenting, sambil tetap terhubung dengan diri kita sendiri dan niat kita—untuk penemuan diri, pengembangan pribadi, dan meningkatkan keterlibatan kita dengan kehidupan.