Scientific Research and Evidence/id: Difference between revisions
Machine translation by bot |
Machine translation by bot |
||
| (9 intermediate revisions by 2 users not shown) | |||
| Line 1: | Line 1: | ||
{{Translation_status|status=machine}}{{DISPLAYTITLE:Penelitian dan Bukti Ilmiah}}'''Tarian sadar'' semakin diakui dalam konteks akademis dan klinis karena manfaat kesehatannya yang beragam. Penelitian yang mencakup psikologi, ilmu saraf, antropologi, dan terapi gerakan memberikan bukti yang semakin banyak bahwa gerakan bebas dan penuh kesadaran dapat secara signifikan mendukung pengaturan emosi, pengurangan stres, kesehatan fisik, dan koneksi sosial.<ref name="Koch2022">Koch, S. C., et al. (2022). The therapeutic effects of dance movement, and their underlying neurophysiological mechanisms. ''Frontiers in Psychology'', 13, 874312. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.874312</ref> | {{Translation_status|status=machine}}{{DISPLAYTITLE:Penelitian dan Bukti Ilmiah}}'''Tarian sadar''' semakin diakui dalam konteks akademis dan klinis karena manfaat kesehatannya yang beragam. Penelitian yang mencakup psikologi, ilmu saraf, antropologi, dan terapi gerakan memberikan bukti yang semakin banyak bahwa gerakan bebas dan penuh kesadaran dapat secara signifikan mendukung pengaturan emosi, pengurangan stres, kesehatan fisik, dan koneksi sosial.<ref name="Koch2022">Koch, S. C., et al. (2022). The therapeutic effects of dance movement, and their underlying neurophysiological mechanisms. ''Frontiers in Psychology'', 13, 874312. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.874312</ref> | ||
{{UnderDevelopment}} | |||
<span id="Neuroscience_and_Conscious_Dance"></span> | <span id="Neuroscience_and_Conscious_Dance"></span> | ||
| Line 11: | Line 12: | ||
== Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental == | == Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental == | ||
Banyak penelitian menyoroti efek positif tarian sadar terhadap kecemasan, depresi, kesadaran diri, dan pengaturan emosi. Peserta sering melaporkan peningkatan kehadiran, ketahanan, dan akses ke kondisi mengalir (flow states). Penelitian yang membandingkan gerakan dengan meditasi tradisional bahkan menunjukkan peningkatan kesadaran diri yang lebih besar melalui tarian.<ref name="Meekums2015">Meekums, B., Karkou, V., & Nelson, E. A. (2015). Dance movement therapy for depression. ''Cochrane Database of Systematic Reviews'', 2015(2), CD009895. https://doi.org/10.1002/14651858.CD009895.pub2</ref><ref name="Pinniger2013">Pinniger, R., et al. (2013). Tango dance can reduce distress and insomnia in people with self-referred affective symptoms. ''American Journal of Dance Therapy'', 35(1), 60–77. https://doi.org/10.1007/s10465-012-9141-y</ref><ref name="Maciejewski2018">Maciejewski, D. F., et al. (2018). The experience of flow in conscious dance: A global survey. ''International Journal of Environmental Research and Public Health'', 15(6), 1248. https://doi.org/10.3390/ijerph15061248</ref> | |||
Lihat: [[Psychological and Mental Health Research/id|Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental]] | |||
< | <span id="Physical_Health_Research"></span> | ||
== | == Penelitian Kesehatan Fisik == | ||
Tari meningkatkan fungsi kardiovaskular, koordinasi, fleksibilitas, dan kebugaran neuromuskular. Penelitian pada orang dewasa lanjut usia menunjukkan bahwa tari meningkatkan keseimbangan dan kesehatan kognitif sekaligus mengurangi risiko jatuh. Tari sadar, sebagai praktik berdampak rendah dan dengan kecepatan sendiri, dapat diakses oleh berbagai kalangan. | |||
Lihat: [[Physical Health Research/id|Penelitian Kesehatan Fisik]] | |||
< | <span id="Anthropological_and_Sociological_Evidence"></span> | ||
== | == Bukti Antropologis dan Sosiologis == | ||
Dari tarian ritual kuno hingga praktik komunal modern, tari telah berfungsi sebagai alat untuk kohesi kelompok, ikatan sosial, dan pemrosesan emosi sepanjang sejarah manusia. Para antropolog telah mengidentifikasi tari sebagai universalitas budaya dan bagian penting dari identitas bersama dan ritual penyembuhan.<ref name="Dunbar2014">Dunbar, R. (2014). How conversations around campfires came to be. ''Frontiers in Psychology'', 5, 1135. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.01135</ref> | |||
Lihat: [[Anthropological and Sociological Evidence/id|Bukti Antropologis dan Sosiologis]] | |||
< | <span id="Ongoing_Research_and_Knowledge_Gaps"></span> | ||
== | == Penelitian yang Sedang Berlangsung dan Kesenjangan Pengetahuan == | ||
Meskipun terdapat temuan yang menjanjikan, penelitian tentang tari sadar masih kurang berkembang di beberapa bidang. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek jangka panjang, dosis, keberagaman populasi, dan hasil spesifik modalitas. Selain itu, diperlukan uji klinis yang ketat untuk membedakan tari sadar dari jenis aktivitas fisik atau terapi lainnya. | |||
Lihat: [[Ongoing Research and Knowledge Gaps/id|Penelitian yang Sedang Berlangsung dan Kesenjangan Pengetahuan]] | |||
<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | <div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | ||
| Line 59: | Line 41: | ||
</div> | </div> | ||
Kumpulan studi, esai teoretis, dan laporan praktisi yang telah ditinjau oleh rekan sejawat, yang memberikan landasan ilmiah bagi tari sadar. Perpustakaan ini mendukung mahasiswa, fasilitator, dan peneliti yang mencari materi berbasis bukti. | |||
<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | <div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> | ||
Latest revision as of 04:34, 16 February 2026
Tarian sadar semakin diakui dalam konteks akademis dan klinis karena manfaat kesehatannya yang beragam. Penelitian yang mencakup psikologi, ilmu saraf, antropologi, dan terapi gerakan memberikan bukti yang semakin banyak bahwa gerakan bebas dan penuh kesadaran dapat secara signifikan mendukung pengaturan emosi, pengurangan stres, kesehatan fisik, dan koneksi sosial.[1]
Ilmu Saraf dan Tarian Sadar
Tarian sadar mengaktifkan sirkuit saraf yang terkait dengan koordinasi motorik, emosi, dan penghargaan. Studi pencitraan otak menunjukkan bahwa menari merangsang daerah seperti ganglia basal dan korteks prefrontal, sementara gerakan kelompok berirama meningkatkan pelepasan endorfin dan ikatan sosial.[2][3]
Lihat: Ilmu saraf dan tarian sadar
Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental
Banyak penelitian menyoroti efek positif tarian sadar terhadap kecemasan, depresi, kesadaran diri, dan pengaturan emosi. Peserta sering melaporkan peningkatan kehadiran, ketahanan, dan akses ke kondisi mengalir (flow states). Penelitian yang membandingkan gerakan dengan meditasi tradisional bahkan menunjukkan peningkatan kesadaran diri yang lebih besar melalui tarian.[4][5][6]
Lihat: Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental
Penelitian Kesehatan Fisik
Tari meningkatkan fungsi kardiovaskular, koordinasi, fleksibilitas, dan kebugaran neuromuskular. Penelitian pada orang dewasa lanjut usia menunjukkan bahwa tari meningkatkan keseimbangan dan kesehatan kognitif sekaligus mengurangi risiko jatuh. Tari sadar, sebagai praktik berdampak rendah dan dengan kecepatan sendiri, dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Lihat: Penelitian Kesehatan Fisik
Bukti Antropologis dan Sosiologis
Dari tarian ritual kuno hingga praktik komunal modern, tari telah berfungsi sebagai alat untuk kohesi kelompok, ikatan sosial, dan pemrosesan emosi sepanjang sejarah manusia. Para antropolog telah mengidentifikasi tari sebagai universalitas budaya dan bagian penting dari identitas bersama dan ritual penyembuhan.[7]
Lihat: Bukti Antropologis dan Sosiologis
Penelitian yang Sedang Berlangsung dan Kesenjangan Pengetahuan
Meskipun terdapat temuan yang menjanjikan, penelitian tentang tari sadar masih kurang berkembang di beberapa bidang. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami efek jangka panjang, dosis, keberagaman populasi, dan hasil spesifik modalitas. Selain itu, diperlukan uji klinis yang ketat untuk membedakan tari sadar dari jenis aktivitas fisik atau terapi lainnya.
Lihat: Penelitian yang Sedang Berlangsung dan Kesenjangan Pengetahuan
Academic Papers and Articles
Kumpulan studi, esai teoretis, dan laporan praktisi yang telah ditinjau oleh rekan sejawat, yang memberikan landasan ilmiah bagi tari sadar. Perpustakaan ini mendukung mahasiswa, fasilitator, dan peneliti yang mencari materi berbasis bukti.
References
- ↑ Koch, S. C., et al. (2022). The therapeutic effects of dance movement, and their underlying neurophysiological mechanisms. Frontiers in Psychology, 13, 874312. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.874312
- ↑ Brown, S., Martinez, M. J., & Parsons, L. M. (2006). The neural basis of human dance. Cerebral Cortex, 16(8), 1157–1167. https://doi.org/10.1093/cercor/bhj057
- ↑ Tarr, B., Launay, J., & Dunbar, R. I. M. (2015). Silent disco: Dancing in synchrony leads to elevated pain thresholds and social closeness. Evolution and Human Behavior, 36(4), 294–301. https://doi.org/10.1016/j.evolhumbehav.2015.01.004
- ↑ Meekums, B., Karkou, V., & Nelson, E. A. (2015). Dance movement therapy for depression. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(2), CD009895. https://doi.org/10.1002/14651858.CD009895.pub2
- ↑ Pinniger, R., et al. (2013). Tango dance can reduce distress and insomnia in people with self-referred affective symptoms. American Journal of Dance Therapy, 35(1), 60–77. https://doi.org/10.1007/s10465-012-9141-y
- ↑ Maciejewski, D. F., et al. (2018). The experience of flow in conscious dance: A global survey. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(6), 1248. https://doi.org/10.3390/ijerph15061248
- ↑ Dunbar, R. (2014). How conversations around campfires came to be. Frontiers in Psychology, 5, 1135. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.01135