InnerMotion – Buku Panduan – Terhubung Kembali

From DanceResource.org
This is the approved revision of this page, as well as being the most recent.

Bahkan penari yang paling intuitif pun mengalami momen-momen terputusnya koneksi - baik karena gangguan, terlalu banyak berpikir, perubahan emosi, atau sekadar berhenti sejenak untuk beristirahat. Untuk mendapatkan kembali keadaan meditatif yang mengalir itu, akan sangat membantu jika memiliki proses yang terstruktur dan familiar - yang telah Anda latih cukup lama sehingga terasa alami dan tanpa usaha - untuk membimbing Anda kembali ke dalam tarian.

Alih-alih memaksakan diri untuk bergerak, teknik ini menyediakan rangkaian langkah yang dipersonalisasi yang berfungsi sebagai jembatan antara keadaan diam dan gerakan sadar. Setiap penari harus mengembangkan proses penyambungan kembali mereka sendiri, tetapi tujuannya tetap sama: untuk kembali menari dengan cara yang terasa alami, menyatu dengan tubuh, dan menyenangkan. Di bawah ini adalah rangkaian yang cocok untuk saya, tetapi jangan ragu untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda sendiri:

  1. Berhenti Sejenak dan Atur Ulang: Alih-alih memaksakan gerakan, berhentilah sepenuhnya. Akui sepenuhnya momen terputusnya hubungan tanpa menghakimi. Terkadang, berhenti adalah langkah pertama untuk mendapatkan kembali kendali atas pengalaman Anda.
  2. Perwujudan: Lakukan teknik Penghubungan Cepat Perwujudan untuk mengembalikan kesadaran ke tubuh Anda. Ini mungkin termasuk pemindaian tubuh singkat, tarikan napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, atau menutup mata. Tujuannya adalah untuk mengalihkan fokus Anda dari pikiran ke sensasi fisik.
  3. Merangkul Emosi: Jika emosi muncul - baik frustrasi, rasa tidak percaya diri, atau kegembiraan - akui emosi tersebut. Alih-alih menolak atau menekan perasaan Anda, biarkan emosi ini mengalir ke dalam gerakan Anda.
  1. Terhubung dengan Ritme: Alihkan fokus Anda ke irama. Rasakan ritme jauh di dalam otot inti Anda, biarkan ritme tersebut menggerakkan perut dan pinggul Anda. Biarkan musik menenangkan Anda sebelum menambahkan lebih banyak gerakan.
  1. Perluas ke Lapisan Musik yang Lebih Banyak: Setelah berlabuh dalam ritme, mulailah memperluas kesadaran Anda ke elemen musik lainnya - melodi, harmoni, tekstur, dan perubahan dinamika. Biarkan lapisan-lapisan ini secara alami memandu gerakan Anda, mengalir ke lengan, kaki, kepala, atau tulang belakang Anda.
  2. Bergerak Melalui Ruang: Saat Anda mendapatkan kembali koneksi, mulailah memperluas ke luar - tidak hanya di tempat, tetapi melalui ruang. Mengubah arah, menggeser level, dan bergerak melalui lingkungan Anda membantu membangkitkan kembali momentum, mencegah keraguan atau terlalu banyak berpikir.
  3. Lepaskan dan Nikmati: Saat ini, Anda seharusnya merasa terhubung kembali. Lepaskan ketegangan atau kendali yang tersisa dan serahkan sepenuhnya pada pengalaman tersebut. Nikmati kebebasan bergerak, biarkan tubuh Anda dan musik menyatu dengan mudah. ​​Saat Anda memperdalam latihan Anda, Anda dapat memilih untuk beralih ke salah satu teknik lanjutan yang terdapat dalam bab-bab selanjutnya dari panduan ini. Setelah dipelajari, teknik-teknik ini dapat berfungsi sebagai titik masuk ke keadaan aliran dan kesadaran yang lebih dalam.

Setiap penari mengalami momen ketidaksesuaian secara berbeda, dan jalan kembali menuju aliran gerakan unik untuk setiap individu. Luangkan waktu untuk mengeksplorasi dan menyempurnakan proses penyambungan kembali pribadi Anda dengan bertanya pada diri sendiri:

  • Apa yang biasanya menyebabkan Anda terputus dari diri sendiri? Apakah itu terlalu banyak berpikir, gangguan eksternal, kelelahan, keraguan, luapan emosi, atau bahkan ketidaknyamanan fisik? Apakah lingkungan tertentu membuat Anda lebih sulit untuk tetap terlibat, seperti menari di tempat yang ramai atau di bawah lampu terang? Apakah menyesuaikan pengaturan Anda, seperti menutup mata atau fokus pada satu titik di ruangan, akan membantu Anda tetap hadir?
  • Sensasi apa yang membantu Anda kembali bergerak? Apakah Anda merasa lebih mudah untuk terhubung kembali dengan menyelaraskan diri dengan detak jantung Anda, menggeser berat badan Anda dari sisi ke sisi, merasakan suhu udara di kulit Anda, atau merasakan getaran musik melalui lantai? Beberapa penari menemukan bahwa gerakan kecil yang berulang, seperti bergoyang atau membuat lingkaran dengan tangan mereka, dapat bertindak sebagai jembatan kembali ke ekspresi yang lebih dalam.
  • Pergeseran mental apa yang membantu Anda melepaskan kesadaran diri dan menyerah pada momen tersebut? Apakah isyarat verbal atau mantra internal akan membantu? Apakah mengalihkan fokus Anda ke niat atau emosi tertentu - seperti menari karena gembira, melepaskan diri, atau bereksplorasi - akan membantu Anda bergerak tanpa ragu-ragu?
  • Bagaimana musik berperan? Apakah Anda terhubung kembali dengan lebih baik dengan mengisolasi satu instrumen, bersenandung, atau secara fisik meniru kualitas suara dengan gerakan Anda? Apakah Anda perlu menyesuaikan intensitas lagu, atau apakah bergerak melawan irama membantu Anda keluar dari keadaan yang buntu?
  • Jenis gerakan apa yang membantu Anda bertransisi kembali ke keadaan mengalir? Apakah Anda perlu memulai dengan gerakan terstruktur, seperti mengulangi gerakan tertentu, atau apakah gerakan bebas dan spontan lebih cocok untuk Anda? Apakah beralih antara kualitas gerakan yang berbeda (tajam vs. lancar, cepat vs. lambat) akan membantu membangkitkan kembali kreativitas Anda?
  • Bagaimana napas Anda memengaruhi gerakan Anda? Apakah menarik napas dalam-dalam sebelum memulai gerakan membantu Anda merasa lebih tenang? Apakah Anda memperhatikan bahwa pernapasan dangkal berkorelasi dengan perasaan buntu, dan apakah menghembuskan napas secara sengaja saat bergerak akan membantu melepaskan ketegangan?
  • Apa peran ruang fisik dalam proses penyambungan kembali Anda? Apakah Anda merasa lebih nyaman berdansa dekat dengan orang lain atau memiliki ruang di sekitar Anda? Apakah mengubah posisi Anda di ruangan—berpindah ke tengah, sudut, atau tepi lantai dansa—akan membantu mengatur ulang fokus Anda?
  • Apakah berinteraksi dengan orang lain membantu atau menghambat kemampuan Anda untuk terhubung kembali? Apakah meniru gerakan seseorang, bertukar kontak mata, atau menggunakan interaksi yang menyenangkan akan membawa Anda kembali ke alur? Atau apakah Anda merasa bahwa terhubung kembali terlebih dahulu dengan diri sendiri sebelum berinteraksi dengan orang lain lebih efektif bagi Anda?
  • Bagaimana keadaan emosional Anda memengaruhi gerakan Anda? Apakah Anda memperhatikan bahwa emosi tertentu menyebabkan Anda tegang, membeku, atau menarik diri? Apa yang terjadi ketika Anda sengaja bergerak seolah-olah mengekspresikan emosi itu daripada menolaknya?

Proses Reconnection Anda seharusnya terasa seperti alat yang terpercaya - sesuatu yang dapat Anda andalkan tanpa perlu berpikir berlebihan. Bereksperimenlah dengan berbagai urutan, sesuaikan apa yang terasa tidak alami, dan berlatihlah hingga menjadi kebiasaan. Seiring waktu, kemampuan Anda untuk beralih kembali ke tarian dengan mudah akan menjadi naluriah, menghilangkan rasa takut kehilangan koneksi. Dengan menguasai teknik Reconnection, setiap jeda menjadi bagian dari tarian, bukan gangguan.