Conscious Dance Practices/Authentic Movement/id: Difference between revisions

From DanceResource.org
TranslationBot (talk | contribs)
Machine translation by bot
TranslationBot (talk | contribs)
Machine translation by bot
Line 8: Line 8:
Authentic Movement muncul pada pertengahan abad ke-20 melalui karya '''Mary Starks Whitehouse''', seorang penari dan analis Jungian. Whitehouse mengambil pengaruh dari tari modern, psikologi mendalam, dan imajinasi aktif, mengembangkan praktik yang menghubungkan materi bawah sadar, gerakan, dan kesadaran.
Authentic Movement muncul pada pertengahan abad ke-20 melalui karya '''Mary Starks Whitehouse''', seorang penari dan analis Jungian. Whitehouse mengambil pengaruh dari tari modern, psikologi mendalam, dan imajinasi aktif, mengembangkan praktik yang menghubungkan materi bawah sadar, gerakan, dan kesadaran.


<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Karyanya kemudian dikembangkan dan diwariskan lebih lanjut oleh para praktisi selanjutnya, termasuk Janet Adler, yang merumuskan Authentic Movement sebagai disiplin formal dengan landasan etika, bahasa yang jelas, dan jalur pelatihan jangka panjang.
Her work was further developed and transmitted by later practitioners, including '''Janet Adler''', who articulated Authentic Movement as a formal discipline with ethical foundations, clear language, and long-term training pathways.
</div>


<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
== Prinsip Inti ==
== Core principles ==
Authentic Movement didasarkan pada beberapa prinsip inti:
Authentic Movement is grounded in several core principles:
* '''Impuls Batin''' — gerakan muncul dari sensasi, citra, emosi, atau impuls yang dirasakan secara internal.
* '''Inner impulse''' — movement arises from sensation, image, emotion, or impulse perceived internally.
* '''Kehadiran''' — perhatian berkelanjutan pada pengalaman hidup saat ini.
* '''Presence''' — sustained attention to lived experience in the moment.
* '''Witnessing''' — a non-judgemental, receptive presence that observes movement without interpretation.
* '''Differentiation''' — cultivating awareness of boundaries between self and other, mover and witness.
* '''Integration''' — reflecting on experience through language and meaning after movement.
</div>


<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
* '''Kesaksian''' — kehadiran yang tidak menghakimi dan reseptif yang mengamati gerakan tanpa interpretasi.
The practice prioritises direct experience and reflection over instruction or technique.
* '''Diferensiasi''' — menumbuhkan kesadaran akan batasan antara diri dan orang lain, penggerak dan saksi.
</div>
 
* '''Integrasi''' — merefleksikan pengalaman melalui bahasa dan makna setelah gerakan.
 
Praktik ini memprioritaskan pengalaman langsung dan refleksi daripada instruksi atau teknik.


<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">

Revision as of 08:04, 15 February 2026


Authentic Movement adalah praktik gerakan kontemplatif yang berfokus pada kesadaran tubuh, mendengarkan batin, dan kesaksian relasional. Praktik ini dicirikan oleh gerakan spontan yang muncul dari dorongan internal, yang dipraktikkan dalam wadah yang jelas dan terdefinisi yang mencakup peran penggerak dan saksi.

Authentic Movement dipraktikkan secara internasional dalam konteks terapeutik, pendidikan, artistik, dan kontemplatif. Seringkali digambarkan sebagai sebuah disiplin daripada sekadar bentuk tari, yang menekankan kesadaran, kehadiran, dan penciptaan makna daripada pertunjukan atau hasil estetika.

Asal Usul

Authentic Movement muncul pada pertengahan abad ke-20 melalui karya Mary Starks Whitehouse, seorang penari dan analis Jungian. Whitehouse mengambil pengaruh dari tari modern, psikologi mendalam, dan imajinasi aktif, mengembangkan praktik yang menghubungkan materi bawah sadar, gerakan, dan kesadaran.

Karyanya kemudian dikembangkan dan diwariskan lebih lanjut oleh para praktisi selanjutnya, termasuk Janet Adler, yang merumuskan Authentic Movement sebagai disiplin formal dengan landasan etika, bahasa yang jelas, dan jalur pelatihan jangka panjang.

Prinsip Inti

Authentic Movement didasarkan pada beberapa prinsip inti:

  • Impuls Batin — gerakan muncul dari sensasi, citra, emosi, atau impuls yang dirasakan secara internal.
  • Kehadiran — perhatian berkelanjutan pada pengalaman hidup saat ini.
  • Kesaksian — kehadiran yang tidak menghakimi dan reseptif yang mengamati gerakan tanpa interpretasi.
  • Diferensiasi — menumbuhkan kesadaran akan batasan antara diri dan orang lain, penggerak dan saksi.
  • Integrasi — merefleksikan pengalaman melalui bahasa dan makna setelah gerakan.

Praktik ini memprioritaskan pengalaman langsung dan refleksi daripada instruksi atau teknik.

Practice

A typical Authentic Movement session involves:

  • one or more movers who close their eyes and follow internal impulses into movement,
  • one or more witnesses who maintain a grounded, attentive presence,
  • a period of verbal reflection following the movement phase.

Movers do not plan or choreograph movement. Instead, they attend to bodily sensations, emotions, memories, and imagery as they arise. Witnesses observe with restraint, cultivating awareness of their own responses while refraining from interpretation or intervention.

Sessions may be practiced one-to-one, in small groups, or within long-term practice groups.

The role of the witness

The role of the witness is central to Authentic Movement. Witnessing involves:

  • tracking the mover without judgement,
  • maintaining awareness of one’s own sensations and projections,
  • supporting safety, containment, and clarity of the practice space.

Over time, practitioners may develop the capacity to witness both others and themselves simultaneously, sometimes described as the inner witness.

Language and reflection

Following movement, participants often engage in spoken reflection. Language is used carefully and intentionally, typically emphasising:

  • first-person statements,
  • descriptions of direct experience,
  • differentiation between observation, feeling, and interpretation.

This reflective phase supports integration of embodied experience into conscious awareness.

Training and transmission

Authentic Movement is transmitted through long-term study rather than standardised certification. Training pathways may include:

  • sustained personal practice,
  • supervised practice groups,
  • mentorship and apprenticeship,
  • study of ethics, boundaries, and psychological awareness.

Some organisations and teachers describe Authentic Movement explicitly as a discipline, emphasising responsibility, containment, and ethical clarity.

Applications

Authentic Movement is used in a range of contexts, including:

  • psychotherapy and counselling,
  • dance and movement education,
  • somatic and expressive arts practice,
  • contemplative and spiritual inquiry,
  • creative and performance research.

Relationship to conscious dance

Authentic Movement is closely related to the conscious dance field through its emphasis on awareness, embodiment, and non-judgement. It differs from many conscious dance practices in its minimal use of music, absence of group dance structures, and strong focus on witnessing and reflection.

It has significantly influenced later movement meditation practices, somatic psychology, and embodied contemplative disciplines.

External links